detail | abumars informatika

Sales And Marketing
Support

yudi
Wahyudi

iyan
Iyan

hmm
Hidayat


Advertise

img img img img


Statistik User
114582


Hits Hari ini : 227

Total Hits : 114582
Address : 54.81.88.93
Pengunjung Online : 1

Pengembangan Pembelajaran Berbasis Komputerisasi MI Muhammadiyah
Cetak Umum 1334 kali 01 November 2013

Banyumas - Berdirinya sebuah lembaga tentunya ada faktor yang menyebabkan lembaga ini berdiri, baik itu karena faktor lingkungan maupun faktor-faktor lainnya. Begitu pula halnya Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah Patikraja. Awal pendirian lembaga pendidikan formal ini adalah Madrasah Diniyah Muhammadiyah.

Madrasah Diniyah Muhammadiyah ini diperuntukkan bagi anak-anak desa Patikraja. Kegiatan pembelajaran dilakukan setiap sore setelah sholat ashar. Pendiri awalnya adalah Bapak Sudirman selaku tokoh masyarakat di Patikraja. Latar belakang beliau mendirikan Madrasah Diniyah Muhammadiyah adalah rasa kepedulian beliau terhadap pendidikan anak, dimana pada saat itu belum ada tempat bagi anak-anak untuk belajar agama Islam di desa Patikraja. Beliau bertujuan mencetak anak-anak yang bisa membaca dan menulis Al Qur’an serta hafal doa-doa sholat dan doa-doa keseharian. Oleh karenanya materi yang diajarkan hanya berupa cara membaca dan menulis Al Qur’an serta hafalan surat pendek dan doa-doa keseharian.

Setelah beberapa tahun kemudian Madrasah Diniyah Muhammadiyah ini berganti nama menjadi Madrasah Wajib Belajar (MWB) Muhammadiyah. Kemudian berganti nama lagi menjadi Sekolah Rakyat (SR) 6 Muhammadiyah. Dan tepatnya tanggal 1 Agustus 1958 SD Muhammadiyah diganti menjadi Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah Patikraja dengan pendirinya adalah Yayasan Muhammadiyah Ranting Patikraja. Sampai sekarang pun masih menggunakan nama Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah Patikraja.

Latar Belakang

 

Awal milenium baru dan reformasi menjanjikan harapan untuk mempercepat perkembangan sektor pendidikan di Indonesia. Kunci utama yang memicu akan timbulnya harapan baru tersebut berjalan ke arah desentralisasi, manajemen berbasis lembaga pendidikan, dan pemberdayaan lembaga pendidikan serta masyarakat untuk mempengaruhi hasil (outcomes) lembaga pendidikan, juga kesatuan tujuan-tujuan dari semua sektor pendidikan.

 

Penekanan penting akan memaksimumkan sumber daya manusia di semua sektor, berarti kita akan membutuhkan sistem komunikasi yang sangat efektif. Apabila kita merespons pada kebutuhan fokus awal seharusnya lebih berdasarkan penerimaan informasi daripada penyebaran informasi. Hal ini hampir memutarbalikkan peran jika dibandingkan dengan peran komunikasi administrasi pendidikan yang dulu.

Penelitian mengenai pengembangan lembaga pendidikan secara jelas menunjukkan salah satu cara yang paling efektif bagi lembaga pendidikan yang ingin berkembang secara mandiri yaitu lewat berbagi (sharing) informasi dan ide-ide. Salah satu dukungan yang terbesar untuk pengembangan pribadi dan profesi pendidik yang memanfaatkan proses pembaharuan yaitu komunikasi yang terbuka dan mendukung melalui forum rutin. Melalui penyampaian masalah secara kolektif di antara rekan seprofesi sudah menghasilkan solusi yang efektif dan dapat direalisasikan.

Masukan (input) dan kontribusi langsung dari para pemegang peran (stakeholders) yang lain; yayasan, orang tua dan anggota masyarakat juga memberikan informasi yang sangat membantu dan meningkatkan dukungan masyarakat bagi pengembangan lembaga pendidikan. Jika objektivitas utamanya adalah memaksimalkan pendidikan sumber daya manusia maka hal itu telah meningkatkan hubungan komunikasi kita dengan seluruh sektor lingkungan pendidikan dan para pemegang peran (stakeholders). Bahkan, kunci utama untuk meningkatkan komunikasi harus terfokus pada saling berbagi komunikasi terbuka dan meningkatkan kesempatan untuk mendapatkan dukungkan dari segala bidang.

Perkembangan teknologi berkaitan erat dengan perkembangan informasi. Semakin canggih sebuah teknologi akan semakin mudah masyarakat memperoleh informasi yang mereka butuhkan. Teknologi informasi berpengaruh terhadap peradaban masyarakat dalam berbagai aspek kehidupan. Semakin banyak individu dalam masyarakat yang menggunakan dan memanfaatkan teknologi informasi maka akan semakin baik pula tingkat peradaban dalam masyarakat tersebut.

Tanggung jawab MI Muhammadiyah Patikraja sebagai lembaga pendidikan dalam memasuki era globalisasi baru ini yaitu harus menyiapkan siswa untuk menghadapi semua tantangan yang berubah sangat cepat dalam masyarakat kita. Kemahiran komputer adalah kriteria yang biasa diminta masyarakat agar alumni MI Muhammadiyah Patikraja lebih berkualitas dibanding siswa dari lulusan madrasah lainnya. Dengan adanya komputer yang telah merambah di segala bidang kehidupan manusia hal itu membutuhkan tanggung jawab sangat tinggi bagi sistem pendidikan kita untuk mengembangkan kemampuan dan kemahiran siswa dalam penggunaan komputer.

Sejalan dengan perkembangan Teknologi Informasi komunikasi dan multimedia yang sedemikian cepat, MI Muhammadiyah Patikraja memiliki rencana strategis untuk mencapai e-school. Salah satu cara yang digunakan adalah dengan melakukan pengembangan pembelajaran berbasis komputer.

Tujuan

  1. Memberikan dukungan teknologi informasi kepada MI Muhammadiyah Patikraja untuk menjalankan fungsinya sebagai lembaga pendidikan.
  2. Mengembangkan sebuah pondasi insfrastruktur teknologi informasi yang terintegrasi dan dapat dikembengkan secara bertahap sehingga mendukung perkembangan menuju ke e-school.
  3. Mengimplementasikan sebuah pembelajaran berbasis komputer.
  4. Memberikan pendidikan dasar dalam hal penggunaan komputer bagi siswa dan civitas akademika di MI Muhammadiyah Patikraja.
  5. Mengembangkan kemampuan siswa dan civitas akademika di MI Muhammadiyah Patikraja dalam penggunaan komputer.
  6. Mengoptimalkan kegiatan belajar mengajar dengan menggunakan media komputer.

Download pdf

0 Komentar :



Isi Komentar :
Nama *
Website
Komentar *
 
 (Masukkan 6 kode diatas) *

 

ABOUT US

WHY BUY FROM US

OPENING HOURS

  • 13.00 - 17.00 [ Senin - Jum'at ]
  • 08.00 - 13.00 [ Sabtu ]

Facebook